FAKULTAS EKONOMIKA & BISNIS
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA


Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga
Telp (0298) 311881, Fax : (0298) 324828, (0298) 321212 ext 315, 317
email: feb@uksw.edu

BROWSE BY TAGS :

PAGE  |  Hendrawan Supratikno

AKADEMISI & BIROKRAT

Hendrawan Supratikno

Alumni FEB UKSW 1978

 

Sosok: Pribadi yang hangat dan luas pergaulannya

Jika tidak berlebihan, maka pantaslah ungkapan ini dikenakan kepadanya, “Siapa tak kenal Hendrawan Supratikno?” Iya, Hendrawan Supratikno adalah seorang alumni yang pergaulannya sangat luas. Dari generasi yang tua ke generasi yang muda, semua mampu dimasukinya. Ia sendiri memang mengaku memiliki banyak teman yang baik dan dekat dengannya. Bahkan, mungkin dapat dikatakan seperti demikian, “baik kawan maupun lawan, semua mengenalnya dengan baik.” Rasanya semua itu dimungkinkan karena Ia adalah pribadi yang ramah dan hangat. Terhadap siapapun WAN, demikian biasanya ia dipanggil di lingkungan FE, lazimnya menyapa dengan bersahabat dan ramah.

 

Hendrawan Supratikno masuk menjadi mahasiswa di FE UKSW tahun 1978. Nomor Induk Mahasiswanya adalah 2178060. Ia terlibat di berbagai kegiatan kemahasiswaan dan membangun basis relasi sosialnya yang luas. Misalnya, Ia pernah aktif di Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM). Ia pun pernah menjadi asisten dosen. Namun, rasanya pengalaman yang paling kental membentuk dirinya adalah di kegiatan jurnalistik mahasiswa. Keterlibatannya di kegiatan jurnalistik ini terjadi baik di tingkat fakultas melalui majalah mahasiswa FE, Dian Ekonomi, maupun di tingkat universitas melalui koran kampus, Gita Mahasiswa. Teman-temannya yang diingatnya dalam aktivitas jurnalistik ini antara lain, Irwan Julianto, Bre Redana alias Don Sabdono, Lea Kristanti, dan Mullie  Pramudyo. Satu lagi aktivitas yang disebutnya adalah Kelompok Diskusi Mahasiswa (KDM) di tempat mana membangun relasi persahabatan dengan rekan-rekannya yang lain. seperti Ariel Heryanto.

 

Relasinya yang luas itu tampaknya juga merupakan sumber belajar bagi dirinya. Dan, Profesor WAN memang orang yang belajar dari banyak pihak. Misalnya, dari bekas dosen-dosennya, Ia menyebut secara eksplisit sejumlah nama yang menjadi sumber belajar baginya. Dari Konta Intan Damanik, Ia belajar sebagai asisten pada mata kuliah yang diampu KID. Almarhum Drs. Wiratmo membimbing penulisan makalah. Pak JOI membimbing skripsinya. Ia juga belajar dari Pak Santosa Adikusuma dan Bu Rita Timotius dalam hal kedisiplinan di kelas. Yang tidak kalah penting, Ia juga belajar membangun suasana kelas dengan cara humor dari dua seniornya, Pak Stephen Kakisina dan Pak Henci Latunusa. Bersama almarhum Pak Sadyadharma, mereka semua mewarnai pembentukan kepribadian pria kelahiran Cilacap 21 April 1960 ini.

 

Mengingat luasnya pergaulannya, maka mungkin setiap rekannya akan berpendapat secara berbeda dan spesifik tentang siapa Hendrawan Supratikno. Namun, suami dari Ny. Juliana Kalelena ini  paling tidak menyebutkan 3 karakteristik tentang dirinya sendiri. Pertama,  Ia seorang anak dari keluarga keturunan Cina yang relatif miskin. Kedua, Ia adalah seseorang yang dibentuk melalui lembaga-lembaga pendidikan Kristen, mulai dari sekolah dasar sampai universitas. Ketiga, Ia besar di dalam tradisi keilmuan ekonomi dan manajemen. Bahkan, di tahun 2001 Ia meraih gelar professor dalam bidang ilmu manajemen strategik.

 

Dari situ, berefleksi atas pengalaman hidupnya, ayah seorang putra yang diberi nama Alan Paria Lai Wie ini, memandang bahwa pikirannya, tulisan-tulisannya, bahkan sikap dan perilakunya merupakan refleksi dan indikasi dari ketegangan dirinya dalam mencari keseimbangan kalkulasi ekonomi dan intuisi iman, antara kepentingan pribadi dan kepentingan organisasi, antara rasionalitas dan romantisme. Pekerjaan baginya adalah penyaluran hobi, sebagai ekstensi dari eksistensi dan kepribadiannya. “Keluarga adalah oase kehidupan, sumber energi untuk mempertahankan daya hidup. Sedang belajar adalah tuntutan agar saya tetap bisa memiliki arti di tengah-tengah masyarakat dan kondisi sekitar yang terus berubah,” ungkapnya.

 

Kiprah: Antusias dalam bekerja dan prestasi

Bung WAN harus juga digambarkan sebagai seorang yang penuh dengan vitalitas dalam bekerja. Jarang melihat dirinya tampak lesu di dalam keseharian Ia bekerja. Yang justru tampak adalah antusiasmenya sepanjang waktu kerja. Selalu berapi-api, begitulah style kerja yang Ia tunjukkan.

 

Ia memulai kiprah menjadi dosen di FE UKSW sejak lulus. Dan Ia merajut benang-benang prestasi di dalam perjalanan karirnya  sebagai seorang akademisi. Menurut catatan Museum Rekor Indonesia (Muri), Hendrawan Supratikno pernah tercatat sebagai dekan termuda di Indonesia, sebuah prestasi yang pantas dibanggakan. Ia juga merupakan guru besar pertama UKSW yang merupakan anak kandung UKSW, artinya alumni UKSW pertama yang meraih gelar profesor. Namun, dalam sebuah Seminar di UKSW, pendiri Muri, Jaya Suprana, secara berkelakar mengatakan, Ia merupakan pemegang rekor sebagai akademisi termuda yang terkena stroke. Ya, Ia harus menanggung beban risiko yang tidak ringan karena kegemarannya bekerja sangat keras dalam mengejar catatan-catatan prestasinya itu.

 

Sebagai dosen di FE UKSW, Ia tergolong salah satu yang paling produktif. Berbagai tulisannya terpampang di media massa dan jurnal ilmiah. Sejumlah buku telah dihasilkannya. Pak Hendrawan juga merupakan seorang ‘macan seminar’, karena keterlibatannya yang intens sebagai pembicara di berbagai seminar, bahkan beberapa kali menjadi pembicara dalam seminar di luar negeri.

 

Relasi profesionalnya tergolong luas. Ia terlibat di berbagai organisasi profesi dan kepakaran. Misalnya, Ia terlibat di Dewan Riset Daerah dan Nasional, ISEI, Forum Indonesia Bangkit. Terakhir, dalam masa kampanye pemilihan presiden, Ia tampak aktif terlibat di Mega Center.

 

Setelah lebih dari 20 tahun terlibat sebagai tenaga akademik di UKSW, Ia memutuskan mengambil cuti di luar tanggungan UKSW. Kini ia bergabung dengan Institut Bisnis Indonesia (IBiI), sebagai Direktur Program Doktor. Di samping itu, Ia juga aktif mengajar di Program Pascasarjana ilmu Manajemen Universitas Indonesia.

 

Input bagi FE: Belajar terus dan bentuk masa depanmu!

Dalam pengalamannya menjadi Dekan FE, Ia mengupayakan tercapainya kepemimpinan akademik FE UKSW di lingkungan perguruan tinggi di Jawa Tengah. Karena itu, Ia tetap mengimbau hal tersebut diupayakan dan ditingkatkan. Langkah yang diusulkannya adalah melalui program-program peningkatan mutu PBM, penelitian dan publikasi, dan program kemitraan dengan lembaga-lembaga prestisius di dalam maupun luar negeri. Tentu saja hal ini membutuhkan dimanfaatkannya basis jejaring relasi seluruh komponen FE maupun unsur pendukung seperti ikatan alumni.

 

Lebih jauh, Prof. Hendrawan Supratikno yang meraih gelar doktornya dari Institut Tinbergen di Amsterdam, Belanda ini memandang bahwa FE dapat memotori program pendidikan yang lebih integratif, dengan memasukkan aspek hukum, psikologi, komunikasi, informatika, dan sebagainya. Dengan demikian, program lintas disiplin ilmu dapat dikembangkan.

 

Bagi para mahasiswa, Pak WAN dengan sedikit berfilsafat mengatakan bahwa masa depan mereka adalah fungsi dari apa yang mereka kerjakan hari ini. Mengutip Aristoteles, Ia mengatakan, “We are what we repeatedly do.”  Lebih jauh, Ia mengatakan bahwa kalau kita belajar secara serius, kita akan menjadi pembelajar yang baik dan ini merupakan modal penting yang tak tergantikan.

 

Kutipan terakhirnya dari Charles Handy, seorang pemikir dan penulis yang memiliki pandangan yang radikal tentang bisnis, rasanya relevan direnungkan dengan baik oleh FE maupun mahasiswanya, ataupun siapa saja. “The great excitement of the future is that we can shape it.”  Ya, tidak ada yang tidak bisa kita capai, jika kita mau dan jika Tuhan memberkati setiap upaya kita. Katanya, masa depan kita dimulai dari apa yang kita lakukan hari ini. Di dalam optimisme itu, “Let’s make our future better and keep improving.”

 

Nama                  : Prof. Hendrawan Supratikno, SE, MBA, Ph.D.

Alamat Rumah   :  Jl. Kasuari 109, Salatiga 50721

Alamat Kantor   : Institut Bisnis Indonesia (IBiI)

Jl. Yos Sudarso 87, Jakarta 14350

 

Fak. Ekonomi

Universitas Kristen Satya Wacana

Diponegoro 52 – 60

Salatiga. Tlp. 0298-311881

 

 

 

 

 

Twitter Stream

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terikini dan informasi terbaru langsung ke email Anda.

TOP ↑