Center for Public Accountability (CPA) Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UKSW kembali mengadakan Seminar Nasional dengan menghadirkan dua topik sekaligus yaitu ISAK 35 untuk Organisasi Non Laba dan Pengelolaan Dana Pensiun. Seminar yang diselenggarakan oleh Pusat Studi CPA FEB UKSW ini dikemas dengan menarik meskipun diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada tanggal 27 Agustus 2021 dan menghadirkan dua narasumber hebat yang berkompeten di bidangnya yaitu Ersa Tri Wahyuni, Ph.D., CA., CPMA., CPSAK., CPA. selaku Dosen FEB Universitas Padjajaran Bandung dan Dr. Supatmi, S.E., M.Ak., Ak., CA. selaku Dosen Departemen Akuntansi FEB UKSW.

Acara dibuka oleh MC yaitu Rhosalina Damayanti dengan membacakan susunan acara, doa pembuka, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya penyampaian sambutan diberikan oleh Dr. Yefta Andi Kus Noegroho, SE., M.Si., Ak., CA., CMA. selaku Kaprodi S1 Akuntansi. MC pun membacakan tata tertib dan CV (Curriculum Vitae) moderator sebelum menyerahkan acara ke moderator. Kali ini giliran Prof. Dr. Theresia Woro Damayanti, S.E., M.Si., Ak., CA., BKP. selaku Kaprodi Magister Akuntansi FEB UKSW yang akan memandu jalannya webinar. Sebelum masuk dalam sesi penyampaian materi, moderator membacakan CV pembicara terlebih dahulu.

Memasuki sesi sharing oleh narasumber, pemaparan pertama oleh Ibu Ersa yang membahas mengenai topik ISAK 35 “Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Non Laba” dan dijelaskan mengenai filosofi perubahannya. Organisasi nirlaba sebelumnya diatur dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 45. Namun mulai tahun 2019 Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) mengganti PSAK 45 dan telah mengesahkan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 35 tentang Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Non Laba yang mulai diberlakukan pada Januari 2020. Tidak hanya sebatas perubahan istilah non-profit dari nirlaba menjadi nonlaba, perubahan yang terjadi juga terdapat pada ruang lingkup objek ISAK 35 yaitu entitas beriorientasi nonlaba terlepas apapun bentuk hukumnya. Dengan adanya perubahan ini, tentunya diperlukan adanya pengenalan terhadap ISAK 35 dan penyesuaian dengan kondisi entitas lembaga atau penyesuaian PSAK lainnya berkaitan dengan ISAK 35.

Sesi sharing dari narasumber yang kedua dibawakan oleh Ibu Supatmi yang membahas mengenai pengelolaan dana pensiun. Prinsip akuntabilitas tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan dana pensiun. Dana pensiun sebenarnya merupakan lembaga keuangan non bank dan aktivitas intinya sebagaimana pada lembaga keuangan lain yaitu mengelola dana. Basis utama yang mendasari dana pensiun terdapat dalam UU No. 11 Tahun 1992. Visi utama dana pensiun ini adalah “Sejahtera kini dan nanti”. Terdapat dua program pensiun manfaat pasti yaitu Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) atau Defined Benefit dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) atau Defined Contribution. Dikarenakan menyangkut pengelolaan dana dari peserta pensiun maka manajemen resiko menjadi hal yang mutlak dilakukan.

Meski bukan dilakukan secara tatap muka langsung, tidak memudarkan semangat dan antusiasme para peserta yang turut serta memeriahkan seminar ini. Hal ini dibuktikan ketika sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta. Interaksi antara peserta dan pembicara terjalin sangat interaktif. Kesimpulan oleh moderator dan foto bersama menjadi penutup pada rangkaian Seminar Nasional kali ini.

Semoga melalui seminar ini dapat menambah wawasan lebih kepada para peserta terkait dengan penerapan standar dan praktik akuntansi pada dana pensiun.

#BravoFEB

#VivaUKSW