"FEB UKSW Kukuhkan Doktor Manajemen Termuda, Angkat Riset Kopi Berbasis Kearifan Lokal"

Salatiga, 15 Juli 2025 — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana (FEB UKSW) kembali mencatatkan prestasi akademik melalui penyelenggaraan Yudisium Program Doktor Manajemen. Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, Promovenda Deasy Carolina, S.E., M.M., resmi dikukuhkan sebagai lulusan Program Doktor Manajemen, sekaligus menjadi salah satu doktor termuda yang dihasilkan FEB UKSW.


Acara yudisium diawali dengan doa yang dipimpin oleh Dr. Hani Sirine, S.E., M.M., dan dilanjutkan sambutan Wakil Dekan FEB UKSW, Dr. Ronny Prabowo, S.E., M.Com., Akt., Ph.D., yang juga memimpin jalannya prosesi. Turut hadir tim promotor dan penguji yang mendampingi perjalanan akademik Dr. Deasy, yaitu Prof. Ir. Lieli Suharti, M.M., Ph.D., sebagai promotor utama; Dr. Linda Kusuma, S.E., M.M., dan Yenny Purwati, S.E., MBA., Ph.D., sebagai ko-promotor; serta Prof. Albert Kriestian Novi Adhi Nugraha, S.E., M.M., Ph.D., dan Dr. Hani Sirine sebagai penguji.

Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Deasy memaparkan inti disertasi berjudul “Peran Penerimaan Cipta Nilai, Kepercayaan, Toleransi Merek dan Pengetahuan Konservasi Pangkalan Kearifan Lokal sebagai Determinan Minat Beli Ulang: Studi pada Konsumen Kopi Indonesia.” Penelitian ini berangkat dari keprihatinan atas menurunnya produksi dan konsumsi kopi nasional sejak 2023 akibat perubahan iklim dan keterbatasan lahan.


Disertasinya menekankan pentingnya strategi pemasaran berbasis nilai budaya dan konservasi lingkungan untuk mempertahankan loyalitas konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen cenderung memiliki minat beli ulang lebih tinggi terhadap merek kopi yang transparan, beretika, dan konsisten mengangkat kearifan lokal. Pengetahuan konservasi berbasis budaya lokal terbukti memperkuat hubungan emosional antara merek dan konsumen, sehingga menciptakan loyalitas jangka panjang.

Temuan ini tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi pelaku industri kopi. Strategi bisnis yang menekankan kejujuran komunikasi, pembangunan kepercayaan, serta keterlibatan konsumen dalam praktik konservasi dinilai mampu meningkatkan daya saing produk kopi Indonesia di pasar global.

Dalam sesi kesan dan pesan, Prof. Lieli Suharti menyampaikan apresiasi atas pencapaian Dr. Deasy. Ia menegaskan bahwa gelar doktor merupakan awal tanggung jawab intelektual untuk terus berkarya dan memberi dampak positif bagi masyarakat. Di usia 29 tahun, pencapaian ini dinilai sebagai prestasi luar biasa yang mencerminkan dedikasi tinggi terhadap dunia akademik.

Menutup acara, Dr. Deasy menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk terus berkontribusi. Ia berharap penelitiannya dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktik industri, serta mendorong pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan.

Yudisium ini menjadi bukti bahwa FEB UKSW tidak hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga melahirkan ilmuwan muda dengan visi besar untuk masa depan yang berkelanjutan.

Baca juga : FEB UKSW Kukuhkan Lulusan Doktor Manajemen, Dorong Penguatan Budaya Riset di Perguruan Tinggi

Follow Instagram Kami : @feb_uksw

Bagikan:

Facebook
X
WhatsApp