"FEB UKSW Kukuhkan Lulusan Doktor Manajemen, Dorong Penguatan Budaya Riset di Perguruan Tinggi"

Salatiga, 15 Juli 2025 — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana (FEB UKSW) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan doktoral yang unggul melalui penyelenggaraan Yudisium Program Doktor Manajemen. Dalam prosesi yang berlangsung khidmat di lingkungan kampus FEB UKSW, Promovendus Johanis Souisa, S.E., M.M., resmi dikukuhkan sebagai lulusan Program Doktor Manajemen dan berhak menyandang gelar akademik tertinggi tersebut.


Acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Prof. Dr. Gatot Sasongko, S.E., M.S., dan dilanjutkan sambutan Wakil Dekan FEB UKSW, Dr. Ronny Prabowo, S.E., M.Com., Akt., Ph.D. Turut hadir jajaran promotor dan penguji yang mengawal perjalanan akademik Dr. Johanis, yakni Prof. Ir. Lieli Suharti, M.M., Ph.D., sebagai promotor; Prof. Ir. Daniel Herman Fredy Manongga, M.Sc., Ph.D., dan Andrian Dolfriandra Huruta, S.E., M.Si., Ph.D., sebagai co-promotor; serta Prof. Dr. Gatot Sasongko dan Prof. Dr. Agus Sugiarto, S.Pd., M.M., sebagai tim penguji.


Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Johanis memaparkan disertasi berjudul “Determinan Kinerja Penelitian dan Publikasi Dosen: Peran Orientasi dan Kolaborasi Penelitian.” Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap rendahnya posisi Indonesia dalam publikasi ilmiah internasional. Berdasarkan data Scimago tahun 2021, Indonesia menempati peringkat ke-8 dari 48 negara Asia. Secara regional, kontribusi publikasi internasional dari Jawa Tengah juga masih tertinggal dibanding provinsi lain seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta.


Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa dari lebih dari 14 ribu dosen perguruan tinggi swasta di Indonesia, hanya sebagian kecil institusi yang aktif menghasilkan publikasi internasional. Rendahnya kinerja penelitian dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keterbatasan pendanaan, lemahnya budaya riset, hingga manajemen penelitian yang belum optimal.

Melalui studi terhadap 313 dosen PTS di Jawa Tengah, Dr. Johanis mengembangkan model penelitian yang mengintegrasikan kemampuan teknologi, budaya riset, dan dukungan organisasi. Model ini menekankan pentingnya orientasi penelitian dan kolaborasi riset sebagai kunci peningkatan produktivitas publikasi ilmiah dosen.

Dalam sesi pesan dan kesan, Prof. Lieli Suharti menegaskan bahwa pencapaian akademik bukanlah akhir, melainkan awal tanggung jawab intelektual dan moral. Pesan serupa disampaikan Wakil Dekan FEB UKSW yang mengajak Dr. Johanis menjadi teladan serta duta nilai-nilai luhur universitas.

Menutup prosesi yudisium, Dr. Johanis menyampaikan harapannya agar hasil penelitiannya dapat menjadi kontribusi nyata bagi peningkatan mutu riset di perguruan tinggi swasta, khususnya dalam pengembangan manajemen sumber daya manusia. Ia berharap temuannya mampu mendorong kebijakan strategis yang memperkuat budaya penelitian dan publikasi ilmiah di Indonesia.

Yudisium ini menjadi bukti konsistensi FEB UKSW dalam membangun ekosistem akademik yang mendorong inovasi, integritas, dan kontribusi ilmiah berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan tinggi nasional.

Baca juga : Kuliah Tamu FEB UKSW Bahas Strategi Bekerja dengan Ekspatriat di Lingkungan Multikultural

Follow Instagram Kami : @feb_uksw

Bagikan:

Facebook
X
WhatsApp