Utang Itu Perlu

//Utang Itu Perlu

Utang Itu Perlu

Salatiga, 31 Januari 2020.

Fakultas Ekonomika dan Bisnis bekerjasama dengan  Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan (DJPPR KEMENKEU) mengadakan kuliah umum dengan tema “Kebijakan Pembiayaan APBN Memperkuat Ekonomi dan Mendukung Indonesia Maju”. Kuliah umum yang diselenggarakan di Balairung UKSW ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan kata sambutan dari Dekan FEB UKSW, Roos Kities Andadari, S.E., MBA., Ph.D dan kata sambutan dari Sekretaris Jenderal DJPPR, Ir. Iyan Rubiyanto, MA.

Dalam kuliah umum ini, dilaksanakan juga penandatangan MoU perjanjian kerjasama edukasi antara FEB UKSW dan DJPPR KEMENKEU. Adapun bentuk kerjasamanya sebagai berikut:

  1. Penyusunan dan pengembangan mata kuliah keuangan negara terutama yang berkaitan dengan pengelolaan pembiayaan dan resiko keuangan negara.
  2. Pelaksanaan program informasi yang terkait pengelolaan pembiayaan dan resiko keuangan negara (DJPPR), seperti: kuliah tamu, kuliah umum, seminar, sosialisasi, forum grup discussion, workshop, training, pekan layanan informasi dan pojok layanan edukasi.
  3. Pelaksanaan kegiatan akademis seperti magang, KKN, penelitian dan riset akademis, serta kunjungan studi ke kantor DJPPR Kemenkeu.
  4. Pelaksanaan dukungan publikasi dan informasi mengenai layanan dan produk DJPPR Kemenkeu bagi warga Salatiga.

Setelah itu, dilanjutkan dengan kuliah umum yang terbagi menjadi 2 sesi dan dipandu oleh moderator Bapak Eranus Yoga Kundhani, S.E., M.Si. yang adalah Kepala Program Studi S1 Ilmu Ekonomi FEB UKSW.

Sesi pertama dibawakan oleh Bapak Albertus Kurniadi Hendrawan, S.E., M.A., Ph.D yang adalah ketua Sub Direktorat Pengelolaan Resiko Keuangan Negara. Dalam sesi ini, dijelaskan mengenai kondisi perekonomian Indonesia pada saat ini dimana menurut Beliau, negara berkembang seperti Indonesia masih memiliki harapan untuk ada pertumbuhan ekonomi meskipun akhir-akhir ini terjadi banyak sekali keadaan yang bisa membuat perekonomian Indonesia jatuh. Dalam sesi ini juga dijelaskan beberapa strategi saat suatu negara kekurangan dana.

Sesi kedua dibawakan oleh Bapak I Gede Yuddy Hendranata, S.E. Ak., M.A., Ph.D yang adalah Sub Direktorat Hubungan Investor. Dalam sesi kedua ini, dijelaskan mengenai cara Pemerintah mengelola APBN dan Beliau mengatakan bahwa utang diperlukan karena penerimaan negara tidak cukup untuk menutup pembelanjaan negara, selain itu utang juga bisa menjadi komponen untuk mempertahankan momentum, mempercepat pertumbuhan, dan memperdalam pasar keuangan. Akan tetapi perlu diingat bahwa dalam berhutang, Indonesia tetap mengedepankan untuk utang ke dalam negeri.

Kedua sesi tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan kedua pembicara tersebut.

“Investasikan uangmu untuk membantu menutup defisit APBN, karena APBN adalah uang kita bersama.”

Semoga kuliah umum hari ini dapat bermanfaat bagi kita, dan menjadikan kita generasi yang peduli pada APBN Negara sendiri.

#BravoFEB #VivaUKSW

By | 2020-02-07T08:44:57+00:00 February 1st, 2020|EVENTS|0 Comments

About the Author: