Saya lahir di Ambon dan tumbuh besar di Kota Jayapura. Di Kota inilah saya menempuh pendidikan dari bangku Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) tanpa banyak sorotan. Saya bukan siswa berprestasi; capaian akademik saya cenderung berada pada batas standar, tanpa pernah benar-benar menonjol. Pada fase ini, saya menyadari bahwa bekal yang saya miliki untuk menghadapi persaingan dunia kerja masih sangat terbatas. Dalam perspektif umum, kondisi ini kerap diasosiasikan dengan keterbatasan peluang serta ekspektasi rendah terhadap capaian profesional di masa depan.
Perubahan mulai terjadi ketika saya memutuskan melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana (FEB UKSW). Lingkungan baru ini menghadirkan pengalaman yang berbeda, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga dalam cara pandang terhadap proses belajar. Di FEB UKSW, saya menemukan atmosfer akademik yang terbuka dan suportif. Proses pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian teori, melainkan berkembang menjadi ruang diskusi yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan tidak sekadar menjadi peserta pasif yang tertinggal di kelas. Kesempatan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas, baik di dalam maupun di luar kelas, turut memperluas perspektif saya. Pada titik ini, saya menyadari bahwa saya tidak hanya menyelesaikan studi sarjana di Program Studi Akuntansi, tetapi juga membangun adaptabilitas kognitif yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika profesional.
Proses pembelajaran saya lanjutkan pada program Magister Akuntansi di FEB UKSW. Pada jenjang ini, proses belajar menjadi lebih intens, dengan penekanan pada kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah melalui pendekatan analitis. Seiring waktu, saya merasakan perubahan yang signifikan. Transformasi ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses yang konsisten dan berkelanjutan. Jika sebelumnya saya lulus SMA dengan arah dan tujuan yang masih samar, maka setelah menempuh pendidikan di FEB UKSW, saya mulai memiliki tujuan yang lebih jelas. Dengan ketertarikan dan bekal yang saya peroleh selama perkuliahan, khususnya di bidang audit internal, saya memantapkan diri untuk berkarir sebagai auditor internal.
Saat ini, saya mengemban amanah sebagai Auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yaitu Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Peran ini menuntut tidak hanya ketelitian, objektivitas, dan kemampuan analitis yang kuat, tetapi juga karakter adaptif dalam merespons dinamika kebijakan pemerintah. Fondasi kompetensi tersebut saya peroleh selama menempuh pendidikan di FEB UKSW.
Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa titik awal tidak selalu menentukan hasil akhir. Dengan lingkungan yang tepat dan kemauan untuk terus berkembang, setiap individu memiliki peluang untuk bertumbuh melampaui ekspektasi. Bagi saya, FEB UKSW bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang transformasi, tempat saya menemukan arah, membangun kapasitas, dan mempersiapkan diri untuk berkontribusi secara profesional. Bravo FEB, Viva UKSW!
Isser Albertho Papilaya, SE., M.Ak
Alumni S1 Akuntansi Angkatan 2011
Alumni S2 Akuntansi Angkatan 2015