Salatiga, 24 Februari 2026 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana (FEB UKSW) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang dialog akademik yang relevan melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Magister Manajemen. Kegiatan ini menghadirkan Pdt. Darwin Darmawan sebagai narasumber utama, dengan Pdt. Irene Ludji sebagai moderator.

Kuliah umum ini mengangkat tema penting mengenai bagaimana gereja dan pemimpin organisasi menghadapi ketegangan antara panggilan profetik—yang menuntut keberanian menyuarakan kebenaran—dengan kebutuhan pragmatis untuk beradaptasi terhadap perubahan zaman. Dalam pemaparannya, Pdt. Darwin menekankan bahwa kedua aspek tersebut tidak seharusnya dipertentangkan secara biner.
“Nilai ketulusan, kebenaran, dan keadilan harus tetap dijaga, namun cara mewujudkannya perlu disertai kecerdikan strategi dan kebijaksanaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena polikrisis yang kini dihadapi masyarakat global, mulai dari krisis kebangsaan, kerusakan lingkungan, tantangan pendidikan, hingga disrupsi teknologi digital. Dalam kondisi ini, gereja dan pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan pernyataan normatif, tetapi juga dituntut untuk memiliki analisis kontekstual yang tajam serta strategi implementasi yang efektif.
Diskusi yang berlangsung interaktif juga mengangkat isu-isu krusial seperti keberanian gereja dalam bersuara, risiko elitisme, serta tantangan dalam menerjemahkan kebijakan hingga ke tingkat jemaat lokal. Pdt. Darwin menegaskan pentingnya menjaga kemandirian institusi agar tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan tertentu.
Menurutnya, fondasi teologis merupakan hal yang tidak dapat ditawar, namun implementasinya memerlukan pendekatan manajemen yang profesional, inklusif, dan partisipatif. Dialektika antara dimensi profetik dan pragmatik justru dapat menjadi kekuatan transformatif apabila dikelola secara etis dan strategis.
Melalui kuliah umum ini, FEB UKSW tidak hanya memperkuat kapasitas akademik mahasiswa Magister Manajemen, tetapi juga mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan mampu mengambil keputusan secara bijaksana di tengah kompleksitas zaman.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dunia akademik memiliki peran penting dalam menjembatani refleksi teologis dengan praktik kepemimpinan strategis yang relevan dan berdampak luas bagi masyarakat.
Baca juga : Kolaborasi FEB UKSW–UNTIDAR: Pelatihan STATA Tingkatkan Kompetensi Analisis Data Mahasiswa dan Dosen
Follow Instagram Kami : @feb_uksw